Penyakit hepatitis
Hati merupakan kelenjar terbesar didalam tubuh yang terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat eksresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dan asam amino.
Hati merupakan organ yang menopang kelangsungan hidup hampir seluruh organ lain didalam tubuh. Oleh karena lokasinya yang sangat strategis dan memiliki fungsi multi-dimensional, hati menjadi sangat rentan terhadap berbagai penyakit dan akan meresponnya dengan meradang atau yang disebut dengan hepatitis.
Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Dimana hati atau liver mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati yang menjadi tempat penyaring racun-racun dalam darah menjadi terganggu. Dengan terganggunya fungsu hati tersebut, maka semua funsi organ lainpun akan ikut terganggu. Akibat lainnya yaitu hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinngi dan pecahnya pembuluh darah.
Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga biasa terjadi karena infeksi firus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning atau infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.
Jenis virus hepatitis
- Virus hepatitis A. Menyebar melaluo vecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Hepatitis A biasanya akan sembuh dengan sebdirinya tanpa menjadi kronis. Setelah sembuh, maka akan kebal terhadap hepatitis A. tetapi tidak kebal terhadap jenis penyakit hepatitis lain.
- Virus hepatitis B. Ditularkan melalui darah atu produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual ataupun pria homoseksual). 5% dari penderita hepatitis B akan menjadi kronis, karena tidak ditangani dengan baik.

- Virus hepatits C. Menyababkan mminimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus ini paling sering ditularkan melalui pemakaian obat yang menggunakan jarum suntik bersama- sama. Jarang sekali terjadi peularan melalui hubungan seksual. Penderita Hepatitis C sebenarnya hanya 0,8 persen, tetapi sebagian besar akan menjadi kronis, sehingga jumlah penderita kronisnya hampir sama dengan penderita Hepatitis B kronis, yaitu sekitar 1 juta orang.Penderita Hepatitis C sebenarnya hanya 0,8 persen, tetapi sebagian besar akan menjadi kronis, sehingga jumlah penderita kronisnya hampir sama dengan penderita Hepatitis B kronis, yaitu sekitar 1 juta orang. Pada pemakai narkoba suntikan yang menggunakan jarum bersama-sama yang marak pada masa lampau, maka 18 persen tertular Hepatitis B, 40 persen tertular HIV dan 70 persen tertular Hepatitis C. Jadi Hepatitis C sangat mudah menular melalui transfer cairan (virulen).
- Virus hepatitis D. Hanya terjadi sebagai rekan infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabakan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang beresiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.
- Virus hepatitis E. Virus ini kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.
- Virus hepatitis G. Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini, namun belum terlalu diketahui.
Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis :
- Virus Mumps
- Virus Rubella
- Virus Cytomegalovirus
- Virus Epstein-Barr
- Virus Heerpes
Tidak semua jenis hepatitis menular. Obat-obatan tertentu, alkohol dan bahan kimia mungkin buruk untuk hati dan dapat menyebabkan peradangan. Selain itu, seseorang juga dapat terserang penyakit hepatitis karena faktor genetik, gangguan metabolisme, atau masalah kesehatan yang terkait dengan kekebalan tubuh. Begitu pula dengan obesitas yang juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan menyebabkan peradangan.
Gejala penyakit hepatitis
Fase awal hepatitis disebut fase akut. Gejala fase akut ini basanya meliputi flu ringan, diare, kelelahan, kehilangan nafsu makan,demam ringan, nyeri otot atau sendi, mual, sakit perut, muntah, dan berat badan menurun.
Fase tersebut tidaklah berbahaya kecuali berkembang secara progresif. Maka hal tersebut dapat menyebabkan kematian. Ketika keadaan penderita semakin memburuk, gejala-gejala tersebut mungkin akan diikuti oleh kondisi- kondisi berikut ini :
Warna urin keruh/gelap- Masalah sirkulasi
- Pusing
- Pembesaran limpa
- Sakit kepala
- Gatal-gatal
- Tinja berwarna terang, kemungkinan berisi nanah
- Terjadinya perubahan warna kuning pada kulit, putih mata, dan lidah.
Pencegahan dan pengobatan penyakit hepatitis
Walaupun jenis hepatitis berbeda, namun terdapat banyak kemiripan terhadap faktor dan penyebabnya, sehingga cara pencegahannya pun tidak jauh berbeda. Berikut ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menceah penyakit hepatitis :
- Selalu mencuci tangan memakai sabun setelah dari kamar mandi atau setelah memegang benda-benda yang kemungkinan terdapat banyak kuman
- Selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat
- Lakukan vaksin untuk hepatitis A jika akan bepergian ke suatu negara/kota
- Hindari melakukan hubungan seks secara bebas
- Hindari mengkonsumsi alkohol
- Hindari megkonsumsi obat-obatan yang dapat merusak hati
- Istirahat yang cukup
Ace Max’s merupakan obat herbal yang kami rekomendasikan untuk mengatasi penyakit hepatitis. Ace Max’s merupakan obat herbal alami yang terbuat dari ektrak kulit buah manggids dan daun sirsak yang disempurnakan bunga rosella hitam dan madu yang dapat menyempurnakan kandungan yang ada di dalamnya.
Kita selama ini hanya menganggap kulit manggis sebagai sampah, namun kini banyak orang yang mencarinya untuk dikonsumsi. Ternyata, khasiat kulit manggis selain mengandung xanthon yang merupakan zat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Antioksidan yang tinggi dapat mengobati berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, ginjal, hepatitis, dan lain-lain.
Kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone merupakan bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antitumor, antialergi, antiinflamasi dan antihistamin. Di alam ini terdapat sekitar 200 jenis xanthone dimana 50 jenis diantaranya berada pada buah manggis (Garcinia mangostana). Senyawa itu tersebar pada kulit buah dan biji, kulit batang, daun serta sebagian kecil pada daging buahnya.
Didalam daun sirsak terkandung senyawa kimia yang bisa kita dapatkan, seperti annocatalin, anomurine, annohexocin, annomuricin, annocatanin, acetogenins, kandungan annonacin, senyawa anonol/ linoleic acid, caclourine, muricapentocin, gentisic acid, dan gigantetronin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Dari kedua bahan utama tersebut menjadikan obat herbal Ace Max’s memiliki banyak khasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit dan baik bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, jangan ragu lagi untuk memilih obat herbal Ace Max’s sebagai solusi dalam mengatasi berbagai keluhan kesehatan Anda.
Cara Pemesanan
Jika Anda ingin memesan obat herbal Ace Max’s, Anda bisa langsung mengirimkan pesanan Anda dengan format sebagai berikut :
NSAM: Jumlah pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./tlp.
kirim ke : 085.223.944.949 atau PIN BB 295F9371
Contoh
NSAM: 1 botol: Yani: Jl. Tentara pelajar No. 35 Tasikmalaya: 087564987XXX
( Dalam pemesanan harap mencantumkan kode NSAM, karena itu merupakan kode pemesanan )
Cara Pembayaran
Setelah barang Anda terima, Anda dapat melakukan pembayaran dengan cara ditransfer melalui :
Bank BCA KCU Tasikmalaya
No. Rekening : 054-0606-196
Atas Nama : Aryanto
Bank BRI Cab. Tasikmalaya
No. Rekening : 0100-01-054862-50-5
Atas Nama : Aryanto
Bank BNI KC Tasikmalaya No.Rekening : 0226098704
Atas Nama : Aryanto
Bank Mandiri KCP Tasikmalaya
No. Rekening : 131-00-0994255-0
Atas Nama : Aryanto
Bank CIMB Niaga Cab. Tasikmalaya
No. Rekening : 439-01-01029-11-8
Atas Nama : Aryanto
